<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5211428825295842517?origin\x3dhttp://deepsinkingfeeling.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

chapter satu. bagian dua.

Senin, 31 Desember 2007

Kalau ini adegan dari film, pasti disisipi adegan-adengan dari awal tiga tahun lalu. Three fucking years down the drain. Rasanya gua pengen nangis tapi gua paling benci ditanya-tanya sama nyokap gua. Dan mata bengkak karena nangis akan menimbulkan pertanyaan yang sangat besar buat nyokap gua. Gua memaksakan senyuman. Latihan dulu sebelum sampai rumah dan benar-benar memaksakan senyuman buat nyokap gua.

Rasanya tiga tahun itu cepat sekali kalau dilewatkan bersama orang yang sama. Orang yang itu-itu saja. Orang yang buat gua seneng setengah mati. Orang yang buat gua sedih setengah mati lagi. Kalo aja gua matinya nggak stengah-setengah mungkin gua udah mati beneran sekarang.

Oh I’d die for him.

It’s the wrong time.

She’s pouring me through.

It’s the wrong kind of time.

To be cheating on you.

Fucker. Dia pikir dia siapa? Berasa di atas awan. He’d call me all the time. He’d meet me between classes. He’d drive me home.

Dan kita sudah putus. Sebulan yang lalu. Tapi beberapa minggu ini tiba-tiba dia laki-laki paling sensitif dan paling nggak memiliki ekspektasi sedunia and memperlakukan gua kayak..dia baru mau deketin gua waktu tiga tahun lalu.

Jadi gua seperti perempuan-perempuan lainnya, meskipun berperawakan berantakan, pasti berharap kan? Berharap kita bisa balik lagi? Berharap beginilah cara gua akan diperlakukan selama hidup gua? Berharap kita akan lulus kuliah sama-sama? Berharap kita berdua akan kerja di top 10 perusahaan bonafit 2009 versi majalah Fortune Indonesia? Dan brunches di Setiabudi? And we’d get married? Dan dia akan jadi bapak buat anak-anak gua? Dan kita akan tinggal di suburbia dengan rumah yang modest tapi rapih dan punya pohon palem di tamannya?

Oke. Mungkin tidak juga. Mungkin bagian perusahaan bonafit majalah Fortune 2009 agak terlalu berlebihan.

Kemarin gua liat dia sama Ninda.

three

Label:

leave a comment