chapter lima. bagian dua.
Selasa, 01 April 2008
*****authors note:
so sorry for the lack of update. my life (my real life) has been nothing sort of CRAZY. truth is always always always stranger than fiction.
*****end of authors note
Okay. So I just assumed he was. But it wouldnt have mattered if he was or he wasnt. Gak bakal ngaruh juga kalo dia tom cruise atau brad pitt di film thelma dan louise yang telanjang dada..dan rambut yang menutupi muka dan..
oh.
Gua harus isi bensin.
Gua belok kiri ke pom bensin Pertanian, I love that place. Ada tempat pizza, carwash dan convenience store 24 jam.
Jadi gua isi bensin sebesar Rp 20000 saja, karena gua anak kuliah dan meskipun gua punya duit, i'd rather it stay in my jeans.
Tiba, tiba si botak gay disebelah gua bilang,
"Itu mobilnya Diego bukan si Dit?"
Ummm. Corona putih. Check. Nomer Polisi. Check.
Gua ngeliat ke arah convenience store. There he is.
Dan dia, tentu saja, setentu Brad Pitt's a hot ass, dia nggak sendiri. Terlihat ada cewek berambut panjang yang menghadap ke arahnya.
Ih klise. I feel like i am a victim in a music video.
Terus gua berpikir, kalo ini memang adalah video klip, atau acara tv yang mungkin di shoot pake kamera tersembunyi, dan nanti mungkin akan keluar komeng atau ashton kutcher yang bilang sama gua kalo ini cuma sekedar acara reality show, yang akan gua lakukan hanyalah akan memperhatikan dari jarak jauh, preferably dibalik setir dan nangis like the worthless piece of junk that I am.
Tapi gua bilang sama si botak gay, (okay okay, dia punya nama, namanya Henri).
"Henri, ayo beli minum di dalem."
so sorry for the lack of update. my life (my real life) has been nothing sort of CRAZY. truth is always always always stranger than fiction.
*****end of authors note
Okay. So I just assumed he was. But it wouldnt have mattered if he was or he wasnt. Gak bakal ngaruh juga kalo dia tom cruise atau brad pitt di film thelma dan louise yang telanjang dada..dan rambut yang menutupi muka dan..
oh.
Gua harus isi bensin.
Gua belok kiri ke pom bensin Pertanian, I love that place. Ada tempat pizza, carwash dan convenience store 24 jam.
Jadi gua isi bensin sebesar Rp 20000 saja, karena gua anak kuliah dan meskipun gua punya duit, i'd rather it stay in my jeans.
Tiba, tiba si botak gay disebelah gua bilang,
"Itu mobilnya Diego bukan si Dit?"
Ummm. Corona putih. Check. Nomer Polisi. Check.
Gua ngeliat ke arah convenience store. There he is.
Dan dia, tentu saja, setentu Brad Pitt's a hot ass, dia nggak sendiri. Terlihat ada cewek berambut panjang yang menghadap ke arahnya.
Ih klise. I feel like i am a victim in a music video.
Terus gua berpikir, kalo ini memang adalah video klip, atau acara tv yang mungkin di shoot pake kamera tersembunyi, dan nanti mungkin akan keluar komeng atau ashton kutcher yang bilang sama gua kalo ini cuma sekedar acara reality show, yang akan gua lakukan hanyalah akan memperhatikan dari jarak jauh, preferably dibalik setir dan nangis like the worthless piece of junk that I am.
Tapi gua bilang sama si botak gay, (okay okay, dia punya nama, namanya Henri).
"Henri, ayo beli minum di dalem."
Henri ini temen kuliah gua sejak semester satu. Dia tau gua lebih dari...lebih dari random people yang nggak tau gua sama sekali. If you asked him one word to describe me, pasti dia akan bilang, "impulsif."
And that's me at my best.
Label: dita

29 Juli 2008 pukul 16.02
baru baca nih
keren keren..
hohoho
penasaran nih,
ada lanjutannya?
(:p)