chapter lima. bagian empat.
Senin, 09 Maret 2009
Oke. Oke. Oke.
Apa yang bisa lebih bilang "you're a pathetic fuck" daripada membeli dua kaleng susu di depan mantan pacar lo dan cewek bergaya paling flamboyan satu angkatan?
Uh, bisa sebenernya, karena gua juga beli sekantong keripik singkong.
Emang. Habis mau gimana lagi?
Selagi gua membawa belanjaan ke kasir, rasanya jarak antara cooler dan kasir itu seluas padang pasir. Gua hampir gak percaya kalau akhirnya gua sampai ke kasir. Gua kira Henri yang berada dekat pintu dan mbak-mbak kasir itu cuma fatamorgana. Gua takut ketika gua kira gua udah sampai, tiba-tiba Henri berubah menjadi Diego dan mbak-mbaknya berubah menjadi Ninda dan percakapan:
"Dit?"
dan
"Uh, hai"
dan
"Haloo, Ninda"
terjadi lagi. All over again.
Tapi untungnya tidak. Untungnya Henri kemudian datang dan mengeluarkan uang dari dompetnya, dan membawa kantong plastik dan membukakan pintu buat gua.
The night was cold.
Label: dita
