chapter enam. bagian satu.
Senin, 09 Maret 2009
Nama gua Diego.
Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Kebetulan tidaklah pernah suatu kebetulan saja. Gue tau itu.
Jadi hari kamis kemarin gue harusnya tau suatu kebetulan bakal terjadi.
Harusnya gue menghindari tempat-tempat kayak pom bensin pertanian. Harusnya gue bisa cheat kebetulan.
Harusnya.
Harusnya gue nggak gegabah dan terlihat bersama cewek seperti Ninda.
Harusnya.
Gue berhenti di depan rumah dengan pagar hijau. Memperhatikan seorang cewek yang berusaha mengeluarkan kunci dari tasnya yang terlalu besar.
Harusnya gue nggak nganterin Ninda sampai rumah. Harusnya gue ngejar Dita tadi.
Buat apa?
Ketika gue nggak bisa nemuin jawabannya, gue lebih nggak bisa lagi nemuin jawaban dari pertanyaan:
Buat apa lo nganterin Ninda?
Enggh.
Ini sama seperti menggaruk suatu bagian tubuh yang tidak gatal, mengupil ketika kita tau hidung kita bersih, duduk di toilet ketika tau kita tidak sedang ingin buang air.
Ini termasuk hal-hal yang...unecessary.
Tapi kemudian Ninda berbalik badan, dengan kunci ditangan.
"Go, mau masuk dulu?"
Label: diego
